Senin, 30 September 2013

Pelajaran Java



BAB II VARIABEL DAN TIPE DATA



Bahasa  pemrograman  pada  umumnya,  mengenal  adanya  variabel  yang digunakan untuk menyimpan nilai atau data. Sedangkan Java sendiri dikenal sebagai bahasa  pemrograman  dengan              sifat                   strongly  typed  yang         artinya diharuskan mendeklarasikan tipe data dari semua variabel, dan apabila lupa atau salah mengikuti aturan  pendeklarasian  variabel,  maka  akan  mendapatkan  error  pada  saat  proses kompilasi.
A. Tipe Data

Java  memiliki  tipe  data  yang  dapat  dikategorikan  menjadi  dua kelompok, yaitu tipe data primitif dan referensi.

1.  Tipe Data Primitif

Delapan macam tipe data primitif dalam pemrograman Java, yaitu :

a.  Integer ( Bilangan Bulat )
Integer merupakan tipe data numerik yang digunakan apabila tidak  berurusan  dengan  pecahan  atau  bilangan  desimal.  Tipe  data numerik yang termasuk integer adalah sebagai berikut :



Tipe
Deskripsi
Byte
Memiliki nilai integer dari -128 sampai +127 dan menempati

1 byte ( 8 bits ) di memori
Short
Memiliki  nilai  integer  dari  -32768  sampai  32767  dan

menempati 2 bytes ( 16 bits ) di memori
Int
Memiliki nilai integer dari -2147483648 sampai 2147483647

dan menempati 4 bytes ( 32 bits ) di memori
Long
Memiliki     nilai     dari     -9223372036854775808     sampai

9223372036854775807 dan menempati 8 bytes ( 64 bits ) di memori

Bilangan integer biasanya menggunakan int, dan bukan byte, short  maupun long. Bilangan integer juga mengenal nilai positif dan negatif ( signed number ). Tipe data byte dan short hanya digunakan pada  aplikasi  khusus  yang   memperhatikan  penggunaan  memori. Sedangkan long jarang digunakan karena jarang memerlukan bilangan sebesar kapasitas long.


b.  Floating Point ( Bilangan Pecahan )
Floating Point digunakan untuk menangani bilangan desimal atau perhitungan yang lebih detail dibanding integer. Ada dua macam floating point, yaitu :



Tipe
Deskripsi
Float
memiliki nilai -3.4x108  sampai +3.4x108  dan menempati 4

byte di memori
Double
memiliki nilai -1.7x10308 sampai +1.7x10308


Semua  bilangan  pecahan  atau  desimal  dalam  Java  tanpa diakhiri  huruf f akan dianggap sebagai double. Sedangkan bilangan yang ingin dikategorikan sebagai float harus diakhiri dengan huruf F. Misalnya : 4.22 F atau 2.314f.
Sedangkan untuk  bilangan  double,  bisa  menambah  dengan huruf D,  karena secara default bilangan dengan koma atau pecahan
atau desimal akan dianggap sebagai double.





c.  Char



                                 Char  adalah   karakter   tunggal   yang   didefinisikan   dengan



diawali dan diakhiri dengan tanda ( petik tunggal ). Char berbeda dengan String,  karena  String  bukan  merupakan  tipe  data  primitif, tetapi  sudah merupakan  sebuah  objek.  Tipe  char  mengikuti  aturan unicode,  sehingga  dapat   menggunakan  kode  Iu  kemudian  d//kuti bilangan dari 0 sampai 65535, tetapi  yang biasa digunakan adalah bilangan heksadesimal dari 0000 sampai FFFF.
Misalnya : ‘\u123’

Selain  karakter  biasa,  juga  terdapat  karakter  khusus  yang didefinisikan dengan cara mengawalinya menggunakan tanda \ seperti pada tabel berikut :


Kode
Nama
Nilai Unicode
\b
Backspace
\u0008
\t
Tab
\u0009
\n
Linefeed
\u000a



\r
Carriage return
\u000d
\*
Double quote
\u0022
\’
Single quote
\u0027
\\
Backslash
\u005c


d.  Boolean

Dalam Java dikenal tipe data boolean yang terdiri dari dua nilai saja, yaitu true dan false. Boolean sangat penting dalam mengevaluasi suatu kondisi, dan sering digunakan untuk menentukan alur program.


2.  Tipe Data Referensi

Kelebihan     pemrograman     berorientasi     objek     adalah    dapat mendefinisikan tipe data baru yang merupakan objek dari class tertentu. Tipe data ini  digunakan untuk mereferensikan objek atau class tertentu, seperti String.

Latihan 2. TipeData.java

class TipeData {

public static void main(String[] args) { // Tipe data primitif
long    data1 = 54676;

int     data2 = 2235641; short   data3 = 714; byte    data4 = 34;
float  data6 = (float) 1.733;             // tipe data pecahan double  data5 = 4.967;           // tipe data pecahan char        data7 = ‘C‘;
boolean data8 = true; System.out.println(”Nilai Long                : ”+ data1); System.out.println(”Nilai Int                 : ”+ data2); System.out.println(”Nilai Short  : ”+ data3); System.out.println(”Nilai Byte                   : ”+ data4); System.out.println(”Nilai Double  : ”+ data5); System.out.println(”Nilai Float  : ”+ data6); System.out.println(”Nilai Char                      : ”+ data7);
System.out.println(”Nilai Boolean : ”+ data8);

}

}





B. Variabel

Variabel  merupakan  container  yang  digunakan  untuk  menyimpan suatu nilai pada sebuah program dengan tipe tertentu. Untuk mendefinisikan variabel, kita dapat menggunakan identifier untuk menamai variabel tersebut.


1.  Identifier

Identifier adalah kumpulan karakter yang dapat digunakan untuk menamai  variabel, method, class, interface, dan package. Sebagaimana bahasa  pemrograman  pada  umumnya,  Java  memiliki  peraturan  untuk identifier yang valid atau sah. Identifier bisa disebut valid atau sah apabila diawali dengan :
Huruf I abjad Karakter mata uang Underscore ( _ )
Identifier dapat terdiri dari :

Huruf I abjad Angka Underscore ( _ )
Identifier tidak boleh mengandung @, spasi atau diawali dengan

angka. Selain itu, identifier tidak boleh menggunakan keyword atau kata- kata yang memiliki arti atau digunakan dalam pemrograman Java. Daftar Keyword Java :


abstract
double
int
strictfp
boolean
flse
static
super
Break
fxtends
long
switch
Byte
final
native
synchronized
Case
finally
new
this
Catch
float
package
throw



char
for
private
throws
class
goto
protected
transient
const
if
public
try
continue
implements
return
void
default
import
short
volatile
do
instanceof
interface
while


Selain menggunakan karakter biasa, kita juga dapat menggunakan

unicode sebagai identifier.


2.
Mendeklarasikan Variabel

Sintaks dasar :


[Tipe data] [nama variable]

Menuliskan tipe data dari variabel, contoh :

int bilangan; char karakter; float bildesimal; boolean status;
Setelah    mendeklarasikan    variabel     dengan









tipe









data,









selanjutnya
memberikan nilai variabel tersebut dengan tanda = .

bilangan = 20; karakter = ‘k’; bildesimal = 22.2f; status = true;
Dapat juga mendeklarasikan dan memberikan nilai dalam satu baris.

int bilangan = 20; char karakter = ‘k’; float bildesimal = 22.2f; boolean status = true;
Kita dapat membuat variabel menjadi konstanta yang tidak dapat diubah  nilainya dengan menambahkan keyword sebelum tipe data dari variabel.
Contoh :

final int konstantainteger = 10;

final float pajak = 15.5;


Agar  konstanta  ini  dapat  diakses  oleh  class  lain  tanpa  harus membuat objek terlebih dahulu, maka kita dapat menambahkan modifier public dan keyword static seperti berikut :
public static final konstantainteger = 10;



Latihan 3. Variabel.java

class Variabel {

static int a;

public static void main(String[] args) {

int x; // variabel x ini dikenal di seluruh method main()

x = 10;

a = 2; // variabel a juga dikenal di sini

System.out.println(”Nilai a : ” + a);

{ // awal dari blok baru

int y; // variabel ini hanya dikenal di dalam blok code ini saja y = 5;
System.out.println(”Nilai x : ” + x); // variabel x dikenal di sini

System.out.println(”Nilai a : ” + a); // Variabel a juga dikenal di sini

{ // nested blok

int z; // variabel ini hanya dikenal di dalam nested blok ini saja z = 20;
// variabel x,y dan a dikenal di dalam nested blok ini

System.out.println(”Nilai x + y + z + a : ” + (x + y + z + a));

} //akhir dari nested blok

//z = 11; // variabel z tidak lagi dikenal di sini

//variabel y masih dikenal di sini karena masih dalam blok

//code tempat ia dideklarasikan

System.out.println(”Nilai y : ” + y);

} //akhir dari blok baru

//y = 12; // variabel y tidak dikenal di sini

//variabel x masih dikenal di sini karena masih dalam blok

//code tempat ia dideklarasikan

System.out.println(”Nilai x : ” + x);

}

}